Real Madrid Memang Spesialis Gol Telat

Real Madrid mengukuhkan diri sebagai tim dengan spesialis gol telat setelah Marco Asensio mencetak gol kemenangan tiga menit sebelum pertandingan usai pada putaran pertama 16 besar Liga Champions, Kamis (14 Februari 2019) dinihari WIB.

Semua orang sudah yakin skor 1-1 mungkin cukup adil untuk kedua kesebelasan setelah satu gol Nicolas Tagliafico dibatalkan pada menit 38 babak pertama dan Real Madrid berbalik unggul lebih dulu pada menit 59 melalui sepakan sudut sempit Karim Benzema, yang dibalaskan dengan gol mudah hasil umpan silang oleh Hakim Ziyech.

Namun kemudian bola silang dikirimkan ke Dani Carvajal ke sisi kanan lapangan yang berlari tanpa pengawalan. Carvajal kemudian mengirim umpan silang ke tiang jauh dan diselesaikan dengan sempurna oleh Marco Asensio.

GOL! 1-2! Keunggulan bertahan sampai peluit panjang ditiup wasit, selang lima menit kemudian walaupun para pemain Ajax Amsterdam terlihat berusaha sangat keras mencetak gol kedua.

Ini tentu adalah hasil yang tidak diinginkan oleh para pemain Ajax Amsterdam, terutama melihat penampilan superior mereka atas sang juara bertahan Liga Champions itu selama 15 menit pertama, saat mana mereka sangat dominan dan memaksa Real Madrid bertahan di setengah lapangan mereka sendiri.

Ajax Amsterdam juga akan sangat kecewa dengan penganuliran gol Nicolas Tagliafico menit 38 yang terbukti menjadi penentu dalam pertandingan putaran pertama 16 besar ini, dan lebih-lebih jelang putaran kedua di Santiago Bernabeu selang sebulan dari hari ini.

Pertandingan Ajax Amsterdam vs Real Madrid ini diwarnai dua adegan video asisten wasit (VAR) yang mulai diperkenalkan oleh UEFA sejak babak 16 besar ini. Yang pertama ketika wasit (Damir Skomina) memakan waktu selama 2 menit 50 detik saat meninjau ulang gol Nicolas Tagliafico menit 38 tadi.

Kemudian saat Damir Skomina mengambil waktu entah berapa menit lagi untuk memeriksa gol Marco Asensio pada menit 87, mengecek apakah sang pemain Los Blancos berada dalam posisi offside atau tidak.

Pembahasan selanjutnya akan berpusat pada VAR yang entah benar atau salah, tergantung kita berpihak pada Ajax Amsterdam atau Real Madrid, serta apakah VAR memang diperlukan untuk babak-babak selanjutnya dalam ajang Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *