Inkonsistensi Masih Jadi Masalah Utama Arsenal Sampai Sekarang

Kendatipun klub sudah melakukan dua pergantian pelatih dalam beberapa tahun terakhir, namun masalah Arsenal dianggap masih tetap sama yakni Inkonsistensi.

Arsenal sendiri memang pernah dijuluki sebagai salah satu bagian dari The Big Fourth Premier League beberapa tahun yang lalu, namun belakangan mereka memang sudah tak lagi masuk dalam ‘hitungan’ tersebut.

Bagaimana tidak? The Gunners selalu kesulitan, jangankan untuk meraih gelar Premier League lagi, mereka bahkan sangat kesulitan mendapatkan tiket ke ajang Liga Champions Eropa.

Situasi ini sudah terjadi sejak Arsene Wenger masih menjabat di kursi manajer, sampai akhirnya yang bersangkutan pergi lalu digantikan Unai Emery. Namun, masalahnya masih tetap sama, klub belum begitu bisa bersaing.

Sedangkan musim 2020/21 ini, Arsenal yang ditangani Mikel Arteta dianggap masih mengalami masalah yang sama, Inkonsistensi. Terkadang mereka tampil dengan istimewa namun di pertandingan berikutnya mereka malah memble.

Terkini, The Gunners malah gagal meraih poin penuh dalam pertandingan melawan West Ham United. Hasil tersebut cukup timpang, dibandingkan dengan laga sebelumnya dimana mereka sukses menang atas Tottenham Hotspur.

Salah seorang legenda Klub, Paul Merson bahkan beranggapan bahwa Arsenal musim ini terlalu inkonsisten.

“Mereka [Arsenal] terlalu inkonsisten di musim ini,” ujar Merson kepada Sky Sports.

Fakta itu sangat disayangkan Merson, padahal dari komposisi pemain dan tentunya kecerdikan Mikel Arteta di kursi manajer, Arsenal punya potensi yang besar, sayangnya saja inkonsistensi masih jadi masalah utama mereka.

“Pekan lalu, mereka bermain dengan luar biasa bagus melawan Tottenham. Namun coba lihat apa yang terjadi saat mereka berhadapan dengan West Ham kemarin,”

“Jika mereka ingin meraih kesuksesan, maka mereka butuh konsistensi. Tanpa itu, mereka tidak akan pernah meraih kesuksesan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Paul Merson menilai bahwa level inkonsistensi Arsenal sudah berada di tingkat yang mencemaskan. Khawatirnya, Arsenal bisa jadi tim medioker jika terus begini.

“Mereka memiliki pemain yang tepat, tugas mereka sekarang adalah mencari konsistensi. Arsenal harus berjuang merebut posisi empat besar, karena klub sebesar Arsenal tidak layak berada di papan tengah,” cetusnya. Prediksi Bola Liga Italia

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *